Cara Mengompres Video (.mkv) - Disertai Video Tutorial

Sudah tidak asing file bereksistensi (.mkv), atau Matroska, beredar di dunia maya, terutama untuk file video yang memiliki durasi cukup lama, sekitar 20 menit atau lebih. Contohnya film, video klip musik, animasi, acara televisi dan lainnya. Kenapa banyak digunakan, kontainer ini memang memiliki kelebihan khusus dibanding kontainer video yang lainya, misalnya (.AVI), (.mpeg), (.wmv) dan kontainer yang banyak kompatibel di banyak perangkat.

Tidak heran kontainer ini banyak beredar sekarang. Kontainer (.mkv) -x264 yang dianggap sebagai codec terbaik sejak tahun 2004 ini, memiliki berbagai kelebihan khusus, terutama:
  • Ukuran file (yang biasanya) kecil. Sehingga Anda bisa menghemat kapasitas hardisc apabila ingin menyimpan terus file bereksistensi ini.
  • Kualitas lebih bagus. Meskipun memiliki ukuran file kecil, namun kualitas bisa tetap terjaga.
  • Dapat menyimpan subtitle dan audio.  Anda bisa menyatukan file subtitle seperti (.srt), (.sub), (.ass), (.ssa) dan file audio lain ke dalam satu file (.mkv) saja.
Untuk mengkompres/mengurangi ukuran file tanpa menghilangkan kualitas asli dari sebuah file video ke bentuk (.mkv), Anda membutuhkan sebuah perangkat lunak transcoder. Yang saya rekomendasikan untuk hal ini ialah, Handbrake. Sebuah software transcoder gratis yang mudah penggunaanya dan hasilnya memuaskan. Anda bisa mengunduhnya di situs resminya langsung disini.

Langkah-langkah:
Buka gambar pada tab baru untuk memperbesar.
Gambar 1.0
Gambar 1.1
  1. Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah memasukan file video ke dalam Handbrake. Klik, Source lalu Open File dan pilih file yang akan diperkecil ukuranya. Tentukan dimana file akan disimpan, di kolom Destination klik browse. Kemudian dibawah tulisan Output Settings ubah Container menjadi (.mkv).
  2. Pada kolom Anamophic. Pilih Loose, agar tidak ada black borders/bar yang terselip di video.
  3. Beralih ke tab Video. Perhatikan Gambar 1.1.
    Masukan variabel persis seperti gambar tersebut. 
     
    [VIDEO]
    Video Codec: H.264 (x264)
    Framerate FPs: Same as Source
    Pilih Constant Framerate.  

    [QUALITY]
    Constant Quality:
    RF 23 (Untuk kualitas DVD)
    RF 26 (Untuk kualitas Blu-Ray 720p)
    RF 30 (Untuk kualitas Blu-Ray 1080p)
    Semakin besar nilai RF (Rate Factor) semakin kecil ukuran file, tetapi kualitas berkurang juga.  

    [OPTIMISE VIDEO]:
    x264 Preset: Slower
    x264 Tune: Film (Pindahkan ke pilihan Animation untuk mengompres video kartun/anime)
    H.264 Profile: Main
    H.264 Level: 4.1
     
  4. Setelah selesai dengan tab Video, pindahkan ke tab Audio. Perhatikan Gambar 1.2. Masukan
    variabel persis seperti gambar tersebut. 
     
    Gambar 1.2
    Mixdown: Stereo
    Codec: AAC (faac)
    Bitrate:
    96 kbps (Playback PC)
    128 kbps (Playback TV)
    192 kbps (Playback HD)
    Semakin besar Bitrate (Kadar bit) semakin besar ukuran file, tetapi kualitas semakin bagus.


    Gambar 1.3
  5. Kembali ke bagian atas. Jika semuanya sudah selesai, klik Start dan tunggu beberapa saat (lamanya encoding ini tergantung kualitas prosesor PC Anda). Ketika proses selesai, Anda dapat melihat hasilnya di lokasi file yang terdapat di pada kolom Destination.  

Proses pengompresan telah selesai. Selamat mencoba.

Silahkan simak video berikut untuk lebih jelasnya:

3 Perangkat Lunak/Software Terbaik untuk DVD Ripping

Jika Anda bermaksud mencari 'cara convert dvd ke mkv', silahkan kunjungi video tutorial saya disini: https://www.youtube.com/watch?v=37it5_OTIJc.

Jika Anda bosan dengan playback DVD yang tersendat-sendat atau bentuk fisik DVD yang tidak memungkinkan bertahan lama, tentu Anda akan lebih memilih video berbentuk file. Untuk mewujudkan hal itu, Anda perlu mengenal DVD Ripping.

DVD Ripping adalah suatu proses penyalinan data video yang ada dalam DVD ke dalam bentuk file tunggal. Banyak yang mengatakan proses ini cukup sukar dan memakan waktu lama. Sukar dalam artian banyak komponen yang harus disesuaikan saat sebuah DVD akan dijadikan file tunggal. Sebut saja frame rate, bit rate, audio channels dan lain sebagainya. Apabila satu komponen saja salah diatur, maka Anda mau tidak mau harus memperbaiki penyesuaian dan mengulang dari pertama. Cukup menjengkelkan, apalagi ini biasanya memakan waktu yang lama.

Berawal dari kejadian seperti itu, saya terus mencari DVD Ripper yang cocok hingga saat ini. Sejauh ini DVD Ripper yang telah saya coba diantaranya cukup memuaskan. Berikut saya paparkan lima perangkat lunak/software terbaik untuk DVD Ripping beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. DVDx 4.0 [Official Download]

Cara penggunaanya sangat simpel, hanya butuh beberapa klik untuk langsung masuk ke proses encoding. DVDx 4.0 ketika dibuka akan langsung mendeteksi direktori DVD yang siap di rip. Baik itu dalam folder ataupun masih dalam CD. Perangkat lunak ni merupakan freeware, tetapi jika Anda mau membayar lebih maka beberapa fitur kan ditambahkan untuk membuat kualitas output semakin baik.

Hanya saja pilihan eksistensi output yang tersedia sangat terbatas, (.avi), (.mpg), (.wmv) dan (.mkv). Selain itu tidak ada fasilitas yang berguna untuk menyelaraskan bentuk gambar dan memperindah tampilan.

2. MakeMKV [Official Download]


Tidak mau berlama-lama menunggu ripping? MakeMKV barangkali ripper yang Anda cari. Dalam sekitar 10 menit saja DVD akan langsung menjadi file tunggal berbentuk (.mkv). Lebih hebatnya lagi, MakeMKV tidak sedikitpun mengubah kualitas asli. 

Namun karena belum mengalami kompresi, file cenderung berukuran besar 1-3 GB biasanya. Bisa dibilang file tersebut masih mentah. Ukuran gambar juga terkadang belum benar, masih terdapat black borders (bagian hitam/kosong di atas dan di bawah video, biasanya untuk format anamorfik).

3. Xilisoft DVD Ripper [Download Trial]


Sekarang untuk DVD Ripper yang mempunyai banyak fitur. Xilisoft DVD Ripper memuat banyak output format juga konfigurasi yang bisa disesuaikan. Soal kualitas video, Anda yang akan menentukan. Terlebih lagi disini video bisa ditambahkan efek, seperti kecerahan (brightness and contrast), sepia, black and white dan lain-lain. Juga tersedia shutdown otomatis agar komputer bisa ditinggalkan saat proses ripping.

Proses tentu akan memakan waktu lama karena file (.VOB) dari DVD akan digabungkan memakai cara konversi.
 
Software di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sesuai dengan keperluan. Sejauh ini saya telah mencoba banyak software untuk menyalin DVD ke dalam file. Saya simpulkan ketiga software inilah yang menurut saya pegunaanya mudah, berfasilitas lengkap dan tidak banyak bermasalah.

Posting Lama